Laman

Minggu, 14 November 2010

KEUTAMAAN BULAN ROMADHON

Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuhu
Ramadlan telah di ambang pintu, kita umat Islam harus merasa senang dengan kedatangannya, bahkan kalau tidak bisa senang, maka usahakanlah disenang-senangkan. Agar kita termasuk dengan apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullaah Shallaahu alaihi wa Salaam:

Pada saat-saat seperti ini Rasulullaah Shallaahu alaihi wa Salaam pernah bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ.
(Wahai ingatlah manusia, sunggung akan datang kepadamu bulan agung, bulan penuh berkah, di dalamya terdapat satu malam yang keutamaannya lebih baik dari pada 1000 bulan. Allaah telah menjadikan puasa di bulan itu sebagai kewajiban, shalat malam di bulan itu sebagai amal sunnah. Barang siapa mendekatkan diri pada bulan itu dengan amal kebaikan (amal sunnah) maka pahalanya sama dengan melaksanakan amal kewajiban di selain Ramadlan, dan barang siapa melaksanakan amal kewajiban di bulan itu, maka pahalanya sama dengan 70 amal kewajiban di lain bulan Ramadlan).





من فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران - الحديث
(Barang siapa yang gembira (senang) dengan masuknya bulan Ramadlan, maka Allaah mengharamkan jasad orang tersebut tersiksa neraka).

Pada saat-saat seperti ini Rasulullaah Shallaahu alaihi wa Salaam pernah bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ.
(Wahai ingatlah manusia, sunggung akan datang kepadamu bulan agung, bulan penuh berkah, di dalamya terdapat satu malam yang keutamaannya lebih baik dari pada 1000 bulan. Allaah telah menjadikan puasa di bulan itu sebagai kewajiban, shalat malam di bulan itu sebagai amal sunnah. Barang siapa mendekatkan diri pada bulan itu dengan amal kebaikan (amal sunnah) maka pahalanya sama dengan melaksanakan amal kewajiban di selain Ramadlan, dan barang siapa melaksanakan amal kewajiban di bulan itu, maka pahalanya sama dengan 70 amal kewajiban di lain bulan Ramadlan).

Dalam kesempatan lain Beliau Shallaahu alaihi wa Salaam bersabda:

مَنْ حَضَرَ مَجْلِسَ الْعِلْمِ فِي رَمَضَانَ كَتَبَ اللهُ تعَاَلى لَهْ بِكُلِّ قَدَمٍ عِبَادَةَ سَنَةٍ وَيَكوُنُ مَعِي تَحْتَ الْعَرْشِ
ومن داوم على الجماعة في رمضان أعطاه الله تعالى بكل ركعة مدينة يملأ من نعم الله تعالى ومن بر والديه في رمضان ينال نظر الله بالرحمة، وما من امرأة تطلب رضا زوجها في رمضان إلا ولها ثواب مريم وآسية، ومن قضى حاجة أخيه المسلم في رمضان قضى الله تعالى له ألف حاجة يوم القيامة - الحديث
(Barang siapa menghadiri majlis ilmu di bulan Ramadlan, maka Allaah mencatat baginya setiap satu langkah kakinya sebagai pahala ibadah setahun, dan nanti ia bersamaku (kata beliau) di bawah naungan Arasy. Barang siapa melanggengkan shalat Jamaah di bulan Ramadlan, maka Allaah akan memberinya dalam setiap rakaat (dari shalatnya) sebuah kota di sorga yang penuh nikmat Allah. Barang siapa berbuat baik kepada kedua orang tuanya di bulan Ramadlan maka ia akan memperoleh pandangan kasih sayang Allaah SWT. Tiada ada seorang isteri yang berusaha mendapatkan ridla suaminya di bulan Ramadlan kecuali ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahalanya Maryam dan Asiyah. Barang siapa mendatangi hajat saudaranya sesama muslim di bulan Ramadlan, maka Allah akan mendatangi 1000 hajatnya di hari kiyamat nanti. al-Hadits).

Diceritakan dalam kitab an-Nawaadir, bahwa ada seorang beragama Majusi (penyembah api) yang hidup di tengah-tengah masyarakat Islam. Pada suatu hari saat bulan Ramadlan tiba, ia sedang melihat putranya sedang makan di pasar, sedangkan saat itu adalah waktu siang di bulan Ramadlan. Maka ketika itu pula ia langsung memukul putranya itu dan berkata: Hai anakku, mengapa engkau tidak menghormati orang-orang Islam yang sedang melaksanakan puasa Ramadlan?.
Selang beberapa tahun kemudian, orang Majusi tersebut meninggal dunia. Setelah dimakamkan dapat beberapa hari ada seorang 'ulama di kampung itu bermimpi bertemu dengan orang Majusi tersebut sedang duduk di atas permadani kemuliaan di dalam sorga. Orang alim tersebut berkata: "Hai orang Majusi, bukankah kamu dulu adalah seorang Majusi?". Orang Majusi menjawab: "Betul, Namun saat aku akan mati, aku mendengar suara dari arah atasku : Wahai para malaikatku, jangan kau biarkan orang Majusi tersebut mati dalam keadaan beragama Majusi, muliakan ia dengan Islam, sebab ia termasuk orang yang memuliakan Ramadlan. Maka akupun saat itu telah menjadi muslim, kemudian aku mati".

Subhaanallaah, Maha Suci Allaah, orang majusi yang tidak pernah menyembah Allaah selama hidupnya, tetapi ia adalah orang yang selalu menghormati bulan Ramadlan, Allaah ridla kepadanya, sehingga iapun mati Husnul Khaatimah. Bagaimanakah dengan kita?

Maka dari itu, marilah kita bersama-sama, kita sambut bulan agung ini dengan penuh penghormatan, dengan memperbanyak amal kebaikan, terutama shalat malam (shalat Tarawih) yang pahalanya antara satu malam yang satu dengan malam-malam berikutnya selalu berbeda-beda, kita perbanyak tadarus Al-Qur'an.

Dengan demikian, maka Insya Allaah, Ramadlan ini akan benar-benar memberikan berkah yang besar dan sangat besar bagi kehidupan kita, baik kehidupan saat ini maupun kehidupan kita di akhirat kelak. Aaamiiin yaa Mujiibas Saa'iliiiiiiiiiiiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar