Laman

Selasa, 07 Januari 2014

5 Waktu tidur yang dilarang oleh Rasulullah SAW

1- Tidur selepas makan.
2- Tidur sepanjang hari.
3- Tidur selepas solat Subuh dan awal pagi.
4- Tidur pada waktu asar.
5- Tidur sebelum solat Isyak.


     Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."(HR. Al-Bukhari).

Insya Allah bermanfaat

Selasa, 31 Desember 2013

Meniup Terompet Di Pergantian Tahun

Oleh: Abu Nawas Majdub Pertama :
     Terkait dengan masalah terompet, mari kita simak hadis berikut :
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻋﻤﻴﺮ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ ﻋﻦ ﻋﻤﻮﻣﺔ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭ

ﻗﺎﻝ ﺍﻫﺘﻢ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻟﻠﺼﻼﺓ ﻛﻴﻒ ﻳﺠﻤﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻟﻬﺎ ﻓﻘﻴﻞ ﻟﻪ ﺍﻧﺼﺐ ﺭﺍﻳﺔ ﻋﻨﺪ ﺣﻀﻮﺭ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﺎﺫﺍ ﺭﺃﻭﻫﺎ ﺃﺫﻥ ﺑﻌﻀﻬﻤﺒﻌﻀﺎ ﻓﻠﻢ ﻳﻌﺠﺒﻪ ﺫﻟﻚ ﻗﺎﻝ ﻓﺬﻛﺮﻭﺍ ﻟﻪ ﺍﻟﻘﻨﻊ ﺷﺒﻮﺭ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩﻓﻠﻢ ﻳﻌﺠﺒﻪ ﺫﻟﻚ ﻭﻗﺎﻝ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻗﺎﻝ ﻓﺬﻛﺮ ﻟﻪ ﺍﻟﻨﺎﻗﻮﺱ ﻓﻘﺎﻝ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻓﺎﻧﺼﺮﻑ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ
   
      Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah anshar, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, beliau bersabda, ‘ Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.
     Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘ Itu adalah perilaku Nasrani. ’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud, no.498 dan Al-Baihaqi, no.1704) Setelah menyebutkan hadis di atas, Syaikhul islam mengatakan : “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau tidak suka dengan terompet gaya yahudi yang ditiup, beliau beralasan, itu adalah kebiasaan Yahudi…( Iqtidha’ Shirat
Hal.117 – 118) Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa terompet termasuk benda yang tidak disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena meniru kebiasaan orang Yahudi. Seorang yang mencintai Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membenci Yahudi tentunya akan lebih memilih petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari pada petunjuk Yahudi yang sesat. Kedua : Semua orang sadar bahwa membunyikan terompet pada tahun baru, hakikatnya adalah turut bergembira dan merayakan kedatangan tahun baru. Dan sikap semacam ini tidak dibolehkan. Karena : Seorang mukmin yang mencintai agamanya, dan membenci ajaran kekafiran akan berusaha menghindarinya semaksimal mungkin. Dengan demikian, membunyikan terompet di tahun baru berarti melakukan dua pelanggaran: Pertama : Membunyikan terompet itu sendiri, yang ini dibenci oleh Nabi. Serta merupakan kebiasaan dan ajaran orang Yahudi . Kedua : Perbuatan ini termasuk turut memeriahkan hari raya orang kafir Allahu A’lam. Semoga bisa dijadikan renungan, khususnya bagi pemuda pemudi muslim. Barakallahu fiikum.
⇨و ﷲ ﺍﻋﻠﻢ⇦
al-Mustaqim ,

Jumat, 27 Desember 2013

Kumpulan Nama Nama Bayi Laki Laki Islam

*Berikut ini adalah kumpulan nama-nama islami untuk bayi laki-laki*:
*(ALIF)
1. Aban : perbuatan yang sangat jelas, nama putra khalifah ‘Utsman bin ‘Affan
2. Abiy : yang memiliki kepribadian yang kuat yang pantang tunduk terhadap tekanan
3. Abyan : : yang lebih jelas
4. Adib : : sastrawan
5. Ahmad : : yang banyak dipuji-puji, nama yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dalam al-Qur’an
6. Arib : : yang cerdik dan berakal
7. Arhab : : yang lapang dada
8. Asad : : singa lambang keperkasaan
9. Asmar : : yang berkulilt coklat, abu-abu
10. As’ad : : yang lebih bahagia
11. Asyqar : : yang berambut pirang
12. Asyhab : : warna putih yang bercampur hitam, sebutan lain bagi singa.
13. Ashil : : yang asli
14. Anis : : yang dapat menenangkan hati dari kerisauan/keterasingan
15. Akram : : yang lebih mulia
16. Aman : : rasa aman
17. Amin : : yang dapat dipercaya
18. Amir : : Emir, pemimpin, yang memerintahkan
19. Anwar : : yang lebih bercahaya
20. Arkan : : pondasi, pokok
21. Awwab : : yang amat taat kepada Tuhan, julukan bagi nabi Daud 'alaihissalam
22. Ayib : : yang kembali
23. Ayyub : : yang banyak kembali, nama nabi
24. Islam : : keislaman
25. I’tisham : : berpegang teguh
26. Iklil : : mahkota
27. Imam : : pemimpin
28. Iyhab : : pemberian
29. Usamah :: singa, nama seorang shahabat yang amat dicintai oleh Rasulullah.
*(BA’)
1. Bady : : yang terlihat secara jelas
2. Badzil : : yang berusaha dengan sekuat tenaga
3. Bahi : : yang cerdik dan baik, yang berbangga
4. Bari’ : : yang menonjol dalam setiap pekerjaan
5. Basim : : yang tersenyum
6. Basil : : yang sangat berani
7. Baqir : : yang memiliki kedalaman ilmu
8. Badr : : bulan purnama
9. Badri :: julukan bagi shahabat yang mengikuti perang badar, dinisbatkan kepada bulan purnama
10. Barraq : : yang berkilauan, cemerlang
11. Barakat : : keberkahan yang banyak
12. Basyir : : yang memberikan kabar gembira
13. Basysyar : : yang banyak memberikan kabar gembira
14. Bahri : : yang dinisbatkan kepada laut
15. Bahij :: yang ceria, elok
16. Bashri : : yang dinisbatkan kepada kota Bashrah
17. Bilal : : air atau susu yang dapat membasahi tenggorokan, nama muazzin Rasulullah
18. Burhan : : bukti, argumentasi
*(TA’)
1. Taib : : yang bertaubat
2. Taiq : : yang merindu
3. Tajir : : saudagar, pedagang
4. Tamimi :: dinisbatkan kepada Tamim, nama sebuah kabilah Yaman
5. Taqy : Ahli taqwa
6. Taufiq : : taufiq, petunjuk, kesesuaian
7. Tahsin : : perbaikan, memperindah
8. Tibyan : : penjelasan, keterangan
*(TSA’)
1. Tsabit : : yang kokoh, tegar, kuat
2. Tsamin :: yang berharga
3. Tsaqib : : yang memiliki otak yang cerdas, tajam
4. Tsariy : : hartawan
*(JIIM)
1. Jabir : : yang menggantikan apa yang hilang, nama seorang shahabat Nabi yang terkenal Jabir bin ‘Abdullah
2. Jasir : : pemberani
3. Jasim : : yang tinggi, besar
4. Jarir : : Tali pengikat onta, nama salah seorang shahabat
5. Jamil :: indah, gagah
6. Jauhar : : permata berlian
7. Jahuri : : yang memiliki suara yang jelas dan besar
8. Jihad : : Jihad, perang suci
9. Jubran : : sama dengan arti kata Jabir diatas derivasi darinya
10. Jubair : : sama dengan arti kata Jabir diminutif/tashghir darinya
*(HA’)
1. Habib : : orang yang dikasihi
2. Hatim : : orang yang diserahi perkara, orang yang dijadikan sebagai simbol kedermawanan oleh bangsa Arab
3. Harits : : yang membajak tanah, salah satu nama yang dianjurkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
4. Hazim : : yang berkemauan keras dan bersikap tegas
5. Hasyid : : yang mengumpulkan, menghimpun orang
6. Hafizh : : yang memelihara, menjaga, yang menghafal
7. Hamid : : yang memuji, bertahmid
8. Hajjaj : : yang banyak melaksanakan haji, yang punya argumentasi
9. Hasan : : yang baik, bagus, indah, nama cucu nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
10. Hassan : : yang banyak baiknya, keindahannya
11. Hakam : : hakim, pemutus hukum, wasit
12. Halif : : rekanan, sekutu, kongsi
13. Hammad : : yang banyak memuji
14. Hamdan : : yang banyak memuji
15. Hanbaly : : pengikut mazhab Imam Ahmad bin Hanbal
16. Hanif : : yang berpegang teguh pada Islam, yang lurus
17. Hashshad : : yang banyak mendapatkan sesuatu
18. Hayyan : : hidup
19. Haidar : : Pemberani
20. Hibban : : yang banyak dikasihi
21. Hilmi : : dinisbatkan kepada kata hilm, yaitu lembah lembut, tenang dalam bertindak
22. Himyar : : nama suku di Yaman
23. Husam : : pedang yang tajam
24. Husain : : yang bagus, indah diminutif dari kata husn
*(KHA’)
1. Khazin : : yang menyimpan
2. Khasyi’ : : yang khusyu’
3. Khathir : : hati, pikiran yang terbersit
4. Khalid : : kekal, abadi, nama salah seorang shahabat tersohor dan ahli perang Khalid bin walid
5. Khalish : : yang murni, ikhlas
6. Khajil : : pemalu
7. Khashib : : subur
8. Khadhir : : yang hijau
9. Khathib : : penceramah, yang berbicara
10. Khaththab : : yang banyak berceramah, pintar bicara
11. Khalaf : : pengganti, yang datang kemudian, keturunan
12. Khaldun : : kekal, abadi
13. Khalifah : : penguasa dalam negara Islam, pengganti, pemimpin
14. Khalil : : teman akrab yang dekat dan dikasihi
15. Khair : : yang baik
16. Khuzaimah : : pohon yang bunganya sangat sedap diminutif dari kata khuzam
Daal
1. Daris : : pelajar
2. Daud : : nama Nabi
3. Daly : : buah anggur yang tidak terlalu hitam
4. Dany : : yang dekat
5. Daffa’ : : yang banyak mempertahankan diri
6. Dafi’ : : yang mempertahankan, mendorong, motivasi
7. Dalil : : penunjuk jalan, guide, panduan, sapaan
*(DZAL)
1. Zakir : : yang berzikir, yang ingat
2. Zakir : : yang baik daya ingatnya
3. Zakwan : : yang sangat cerdas
4. Zaky : : yang cerdas
5. Zulfiqar : : nama pedang ‘Ali bin Abi Thalib
6. Zulfahmi : : yang memiliki pemahaman
 *(RA’)
1. Ra’id : : pemimpin, pencetus
2. Ra’if : : yang memiliki rasa kasihan
3. Rajih : : yang kuat, tajam akalnya
4. Raji : : orang yang berharap
5. Rasikh : : yang kokoh, dalam ilmunya
6. Rasyid : : yang memberi petunjuk/nasehat, sudah berusia baligh
7. Raghib : : yang memiliki keinginan
8. Raki’ : : yang ruku’/menundukkan kepala, yang shalat
9. Ramiz : : yang memberi isyarat atau kode, menandai
10. Ramy : : yang melempar, pemanah
11. Rabi’ : : musim semi
12. Rajab : : bulan rajab, pengagungan
13. Rahhab : : yang sangat menyambut, antusias, yang banyak berlapang dada
14. Razin : : yang cemerlang otaknya, penuh kesungguhan
15. Rassam : : yang menggambar
16. Rasyad : : lurus, yang mendapat petunjuk
17. Rasyid : : yang mendapat petunjuk
18. Rasyiq : : perawakan tubuhnya bagus, tangkas
19. Ramzi : : dinisbatkan kepada simbol, simbolik
20. Ramadhan : : bulan ramadhan, panas yang sangat
21. Rafi’ : : yang tinggi
22. Raihan : : aroma, buah yang baunya wangi
23. Rizq : : anugerah, rizki
24. Ridhwan : : kerelaan, keridhaan
25. Rifqy : : dinisbatkan kepada kelemahlembutan, rasa belaskasih
26. Riyadh : : taman
27. Ridha : : kerelaan
28. Rusyd : : petunjuk
29. Rusydi : : yang bersifat petunjuk
*(ZAI)
1. Zari’ : : yang menanam
2. Zahid : : yang bersahaja, zuhud
3. Zahir : : yang cemerlang, berseri-seri
4. Zahy : : wajah yang elok
5. Zayyat : : dinisbatkan kepada kata zait minyak: tukang minyak
6. Zaky : : Yang bersih, suci
7. Zaid : : yang bertambah
8. Zahrani : : yang berseri-seri
9. Ziyad : : yang bertambah
 *(SIN)
1. Sais : : yang menyiasati
2. Sabiq : : yang terdahulu
3. Satir : : yang menutupi sesuatu
4. Sajid : : yang bersujud
5. Sakhin : : yang panas
6. Sa’i : : yang berusaha, berjalan cepat
7. Saqy : : yang menuangkan air
8. Salim : : yang selamat, sehat dan segar bugar
9. Samih : : yang pema’af, yang mulia hatinya
10. Sami : : yang mulia, tinggi
11. Sahir : : yang berjaga di tengah malam, tidak tidur
12. Sabbah : : perenang
13. Sakhiy : : yang dermawan, murahhati
14. Sa’ad : : kebahagiaan
15. Sa’id : : yang bahagia
16. Sa’dun : : yang bahagia
17. Safar : : perjalanan
18. Salman : : yang selamat
19. Sahal : : yang mudah
20. Sayyaf : : yang memegang pedang, ahli pedang
21. Sayyid : : pemuka, pemimpin
22. Sidr : : daun bidara
23. Siraj : : lentera, lampu
24. Sudais : : diminutif dari kata as-sudus ; seper-enam
25. Surur : : kegembiraan
26. Su’ud : : kebahagiaan, nama raja Kerajaan Arab Saudi
27. Sulthan : : yang memiliki kekuasaan, sultan
28. Suhail : : diminutif dari kata sahl : mudah
*(SYIN)
1. Syabb : : pemuda
2. Syady : : yang merangkai sya’ir
3. Syarih : : yang menjelaskan, menerangkan, mensyarah, yang lapangdada
4. Syathir : : genius
5. Syathibi : : nama ulama terkemuka
6. Sya’ir : : penyair
7. Syafi’ : : yang memberi pertolongan
8. Syafi’i : : dinisbatkan kepada Imam asy-Syafi’i
9. Syakir : : yang bersyukur
10. Syamil : : komplit, universal, yang mencakup
11. Syamikh : : yang tinggi, kokoh
12. Syahy : : yang memiliki keinginan
13. Syaj’an : : yang sangat pemberani
14. Syaddad : : yang kuat, keras
15. Syarif : : yang mulia, terhormat
16. Syarik : : kongsi, sekutu
17. Sya’rani : : dinisbatkan kepada kata sya’r ; rambut
18. Syaghghaf : : yang memiliki keinginan yang amat sangat, tergila-gila, mabuk kepayang
19. Syafiq : : yang halus perasaannya, penuh belas kasih
20. Syaqiq : : sekandung, terbelah
21. Syakib : : yang memberi balasan kebaikan
22. Syakkar : : yang banyak bersyukur, terimakasih
23. Syakur : : yang banyak bersyukur, terimakasih
24. Syammakh : : yang amat tinggi, kokoh
25. Syairazy : : dinisbatkan kepada kata syairaz ; nama kota di Persia/Iran sekarang, nama ulama terkenal
26. Syihab : : bintang meteor, cahaya api
27. Syu’aib : : nama nabi, diminutif dari kata sya’b ;bangsa, suku
28. Syuja’ : : pemberani
29. Syuraih : : diminutif dari kata syarh ; penjelasan, lapang dada, lega
30. Syurahbil : : nama seorang shahabat
*(Shad)
1. Sha-ib : : yang bertindak benar
2. Sha-id : : yang berburu
3. Sha-in : : yang menjaga
4. Sha’im : : yang berpuasa
5. Shabir : : penyabar
6. Shahib : : teman, shahabat, yang menyertai
7. Shahy : : yang berteriak, bangun
8. Shadir : : yang mengeluarkan, menerbitkan, bersumber
9. Shadiq :: yang jujur
10. Sharif : : yang mengalihkan perhatian, dst, yang merubah
11. Sharim : : yang tegas, tajam
12. Sha’id : : yang memanjat, menaiki
13. Shafih : : pemaaf
14. Shafy : : yang suci, murni, bersih, tidak keruh
15. Shalih : : orang yang shalih, sesuai
16. Shamit : : yang diam tidak banyak bicara
17. Shamid : : yang tegar
18. Shabbah : : yang mengucapkan selamat pagi
19. Shahafy : : wartawan
20. Shakhar : : batu yang keras, karang
21. Shaddam : : yang membenturkan
22. Sharraf : : kasir
23. Shafar : : bulan shafar
24. Shafwat : : jernih, bersih, bening
25. Shafwan : : jernih, bersih, nama seorang shahabat, batu besar yang halus/licin
26. Shafih : : pedang yang tajam, lempengan
27. Shafir : : terompet, siulan
28. Shafrawy : : dinisbatkan kepada kata “shufr”; kuning, kekuning-kuningan
29. Shaqr : : burung elang
30. Shaql : : tajam
31. Shalah : : keshalihan, kecocokan
32. shahl : : suara kuda
33. Shawwan : : yang menjaga diri, dsb
34. Shayyad : : ahli berburu
35. Shaidaly : : apoteker
36. Shiddiq : : yang amat jujur
37. Shirath : : jalan
38. Shulhi : : dinisbatkan kepada kata shulh ; perdamaian
39. Shuwailih : : diminutif dari kata shalih
40. Shuhaib : : julukan bagi singa, nama seorang shahabat terkenal Shuhaib ar-Ruumy
*(DHAD)
1. Dhabith : : kapten, yang mencocokkan, yang kuat hafalannya
2. Dhahik : : yang tertawa
3. Dhamin : : yang menjamin, menanggung
4. Dhawy : : bercahaya
5. Dhahhak : : yang banyak tertawa
6. Dhamir : : perasaan
7. Dhaif : : tamu
8. Dhiman : : jaminan
9. Dhubaib : : diminutif dari kata dhabb ; sejenis biawak
 10. Dhuha : : waktu dhuha, sebelum matahari tergelincir
*(THA’)
1. Thaif : : yang berkeliling/melakukan thawaf, nama kota di Arab Saudi
2. Thahin : : yang menumbuk
3. Tharih : : yang melemparkan pendapat, dsb, yang membuang
4. Tharid : : yang mengusir
5. Thariq : : yang datang waktu malam, yang mengetuk, nama seorang pahlawan Islam terkenal Thariq bin Ziyad
6. Thazij : : yang segar makanan, dsb, steril
7. Thaqim : : pilot
8. Thalib : : yang menuntut, mencari, mahasiswa
9. Thamih : : yang antusias
11. Thahir : : yang suci, bersih
12. Thabari : : nama seorang Mufassir terkenal Imam ath-Thabari
13. Thabrani : : nama seorang Muhaddits ahli hadits terkenal Imam ath-Thabrani
14. Thahhan : : orang yang menumbuk sesuatu
15. Thalal : : tempat yang tinggi
16. Thayyar : : penerbang, pilot
17. Thayyib : : yang baik, enak, suci
18. Thiraz : : ukuran, model, tipe
19. Thufail : : diminutif dari kata thifl ; anak kecil
*(ZHA’)
1. Zha’in : : yang bepergian pada siang hari yang terik
2. Zhafir : : yang menang, beruntung
3. Zhahir : : bagian luar, lahiriah, terang, nampak
4. Zharif : : cerdik, terang
5. Zhafran : : yang menang, beruntung
6. Zhahran : : bagian belakang, nama kota di Arab Saudi
*(‘AIN)
1. ‘Aif : : yang menjaga kesucian dirinya, penjijik
2. ‘Aisy : : yang hidup
3. ‘Abid : : ahli ‘ibadah
4. ‘Abir : : yang melewati, musafir
5. ‘Aji : : dinisbatkan kepada kata ‘aajj ; gading, berkebangsaan negara Pantai Gading
6. ‘Adil : : yang adil
7. ‘Arif : : yang mengetahui, mengenal
8. ‘Azil : : yang mengasingkan diri, tidak mempersenjatai diri
9. ‘Asyur : : ke-sepuluh
10. ‘Athif : : yang lembut, penuh kasih
11. ‘Aqil : : yang berakal, cerdas
12. ‘Alim : : yang berpengetahuan, seorang ‘alim
13. ‘Ammiy : : yang ‘awam, biasa
14. ‘Ayid : : yang kembali
15. ‘Abbad : : ahli/yang banyak beribadah
16. ‘Abud : : ahli ibadah
17. ‘Abqary : : yang jenius
18. ‘Atid : : yang selalu hadir
19. ‘Atiq : : hamba yang dimerdekakan, yang sudah tua, sebutan buat Ka’bah al-Baitul ‘
20. ‘Ajam : : orang asing, selain ‘Arab
21. ‘Adnan : : salah seorang nenek moyang Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
22. ‘Arafat : : jamak dari ‘arafah ; nama bukit di Mekkah tempat melakukan haji
23. ‘Azzam : : yang berkemauan kuat bertekad bulat
24. ‘Atha’ : : pemberian
25. ‘Aththar : : yang suka memakai wewangian, tukang minyak wangi
26. ‘Aththas : : yang bersin, nama suku di Yaman
27. ‘Affan : : yang banyak menjaga kesucian dirinya, nama ayah khalifah ketiga, ‘Utsman bin ‘Affan
28. ‘Afif : : yang menjaga kesucian dirinya
29. ‘Aqid : : yang beraqad, berjanji
30. ‘Aqqad : : yang banyak beraqad, berjanji
31. ‘Ali : : yang tinggi, nama khalifah ke-empat, ‘Ali bin Abi Thalib
32. ‘Alqamah : : nama seorang shahabat
33. ‘Allaf : : yang memberi makanan binatang
34. ‘Ammar : : yang banyak menta’mir, yang panjang umur, nama seorang shahabat ‘Ammar bin Yasir
35. ‘Amru : : nama seorang shahabat ‘Amru bin al-‘Ash
36. ‘Ayyasy : : yang panjang umur, penjual roti
36. ‘Ibad : : jamak dari kata ‘abd ; hamba
37. ‘Irfan : : kebaikan
38. ‘Izzat : : keagungan, kebanggaan, ‘izzah
39. ‘Isham : : berpegang teguh
40. ‘Ishmat : : penjagaan, pegangan
41. ‘Ikrimah : : nama seorang shahabat, ‘Ikrimah bin Abu Jahal
42. ‘Imad : : pondasi, tiang
43. ‘Imarah : Penta’miran, peramaian
44. ‘Iwadh : : pengganti
45. ‘Ied : : Hari besar, perayaan
46. ‘Ubadah : : nama seorang shahabat, banyak melakukan ‘ibadah.
47. ‘Ubaid : : diminutif/tashghir dari kata ‘Abd; hamba
48. ‘Utbah : : lekuk liku lembah
49. ‘Utsaimin : : nama seorang ulama besar Arab Saudi, Ibnu ‘Utsaimin; diminutif dari “Utsman”.
50. ‘Urbun : : pemberian
51. ‘Ukasyah : : nama seorang shahabat
52. ‘Ulwan : : judul, tema, tanda
*(GHAIN)
1. Ghâbir : : orang yang asing; anak jalan
2. Ghâzy : : orang yang berperang
3. Ghâlib : : orang yang menang; yang banyak
4. Ghâly : : bersifat mahal; berharga
5. Ghâmid : : orang yang memasukkan pedang ke sarungnya; nama kabilah di Hijaz
6. Ghâmidy : : orang yang kabilahnya Ghâmid dinisbatkan kepadanya
7. Ghâssal : : pencuci, pembasuh
8. Ghassân : : air wadi di padang pasir
9. Ghannâm : : orang yang mendapatkan harta rampasan; orang yang menggunakan kesempatan; pengembala kambing
10. Ghandûr : : pemuda yang tampan
11. Ghayyâts : : hujan yang banyak
12. Ghayûr : : orang memiliki ghirah kecemburuan yang tinggi terhadap agama, khususnya
13. Ghulâm : : anak laki-laki
*(FÂ’)
1. Fajr : : Fajar, shubuh
2. Fakhry : : kebanggaaku; yang bersifat kebanggaan
3. Farras : : Cerdas dan tajam pemikirannya
4. Farhan :: Gembira; suka cita
5. Farid :: Tidak ada bandingannya; sendirian
6. Fashih : : Orang yang fasih dan lancar berbicara
7. Fadhal :: Kebaikan; tambahan; lebihan sisa
8. Fathin :: Cerdik
9. Faqih : : Ahli Fiqih; orang yang sangat paham
10. Falah :: Keberuntungan; kemenangan
11. Fannan : : orang yang ahli seni; memiliki seni/bakat
12. Fawwaz : : orang yang mendapatkan keberuntungan/kemenangan yang banyak
13. Fauzan : : keberuntungan; kemenangan.
14. Fahd :: Macan kumbang/tutul
15. Fahmy : : Bersifat pemahaman
16. Fayyadh : : Banyak air; orang yang mulia; kinayah bagi orang yang suka berderma
17. Fairuz : : Nama batu permata; nama seorang ulama Fairuz Abady
18. Faishal : : Pemimpin; Hakim; Yang memisahkan antara yang haq dan yang bathil; pedang yang tajam.
19. Firazdaq :: Serpihan-serpihan roti
20. Fikry : : Yang bersifat pemikiran
21. Fu`ad :: Hati;akal
22. Fudlail : : tashghir diminutif dari kata ‘Fadll’; nama seorang ulama terkenal ‘Fudlail bin ‘Iyadl’
23. Faiz : : Pemenang; orang yang beruntung; orang yang sukses
24. Fa`iq :: Baik;istimewa;lebih menonjol dari yang lain
25. Fatih :: Penakluk; pemimpin; pembuka
26. Fakhir :: Orang yang bangga; mewah; terhormat
27. Fady :: Tawanan yang ditebus.
28. Faruq : : Orang yang memisahkan antara haq dan batil; julukan bagi Umar bin Khaththab.
29. Faris :: Penunggang kuda; pemilik kuda;singa; pandai.
30. Fari` :: Tinggi menjulang; seperti gunung; perawakan tinggi
31. Fadhil :: Orang yang berbudi; yang utama; yang layak dihargai
32. Falih :: Lurus; cocok
33. Fahim : : Orang yang paham, mengerti
 34. Fayi` : : Harum baunya
*(QÂF)
1. Qahthan : : Nenek moyang bangsa Arab dibagian selatan, nama suku
2. Qarib : : teman dekat; yang dekat; sebentar lagi
3. Qais : : Kadar, ukuran; nama suku yang datang untuk belajar Islam kepada Rasulullah ‘Abdul Qais dan nama salah seorang shahabat Qais bin Sa’d
4. Qindil : : Lampu minyak
5. Qudamah : : Lama; dahulu; nama seorang ulama fiqih terkenal Ibnu Qudamah
6. Quraisy : : kabilah Arab terkemuka
7. Qurthuby : : nama seorang ulama ahli tafsir; dinisbatkan kepada ‘Qurthub’ salah sebuah nama daerah di Andalus Spanyol sekarang yang dikenal dengan nama aslinya ‘Cordova’
8. Quzwainy : : dinisbatkan kepada ‘Quzwain’ salah sebuah kota di Asia Tengah; dinisbatkan kepada salah seorang ulama hadits Ibnu Majah al-Quzwainy
9. Qushay : : Jauh pemikirannya; nama nenek moyang Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam
10. Quthb : : kutub; pemimpin; tetua kaum; akhir segala sesuatu
11. Qa’id : : Komandan perang; ketua
12. Qabus : : Orang yang gagah; tampan dan baik kulitnya
13. Qasim : : Orang yang membagi; pemberi imbalan
14. Qashid : : Yang menuju kepada sesuatu; yang bermaksud untuk…
*(KÂF)
Katsir : : Yang banyak
Karim : : Yang murah hati; dermawan; salah satu nama Allah
Kassab : : yang banyak bekerja/ulet
Ka`b : : Kehormatan; kemuliaan; ruas; tombak.
Kamal : : Kesempurnaan
Kanz : : Harta simpanan; harta terpendam.
Kan`an : : Yang mengumpulkan; nama kaum yang menisbatkan kepada Kan`an bin Nuh
Kinan : : Harta simpanan; harta terpendam
Katib : : Penulis
Kasib : : Orang yang rajin cari penghidupan
Kazhim : : Orang yang dapat mengekang amarah
Kamil : : Yang memiliki sifat-sifat baik lagi sempurna
*(LÂM)
1. Labib : : Orang yang berakal; cerdik
2. Lathif : :Lemah-lembut; kasih sayang; salah satu asma Allah.
3. Lu`ay : : Kekuatan; nama nenek moyang Quraisy.
4. Luthf : : Kelemah lembutan; taufiq
5. Luthfy : : dinisbatkan kepada Luthf; yang bersifat lemah lembut
6. Luqaman : : Jalan terang; nama nabi terkenal kebijakannya.
7. Labid : : Singa
*(MÎM)
1. Ma`mun : : Orang yang dipercaya; nama salah seorang khalifah pada masa khilafah ‘Abbasiyyah
2. Mabkhut : : Yang mempunyai keberuntungan
3. Mabruk : : Orang yang diberkahi
4. Mahbub : : Yang dicintai dan disenangi manusia
5. Mahjub : : Yang tersembunyi; yang tertutup
6. Mahrus : : Yang terjaga; orang yang berumur panjang
7. Mahfuzh : : Terjaga; terpelihara
8. Mahmud : : Perikehidupannya terpuji
9. Makhzum : : Teratur; tersusun; nama nenek moyang Quraisy
10. Makhluf : : Orang diikuti
11. Marjan : : Butir-butir mutiara; tumpukan-tumpukan batu merah dilaut
12. Marzuq : : Yang memperoleh rizki; bernasab baik
13. Marwan : : Batu yang keras; nama khalifah Umariyyah
14. Mas`ud : : Orang yang diberi kebahagiaan oleh Allah; yang beruntung
15. Masyhur : : Terkenal diantara manusia
16. Mathar : : Hujan
17. Ma`ruf : : Yang terkenal; kebaikan; rizki
18. Ma`in : : Air yang mengalir
19. Maqbul : : Diterima
20. Maqshud : : Orang yang selalu dikehendaki orang lain
21. Makky : : Orang yang menisbatkan dirinya kepada kota Makkah
22. Malih : : Yang bermuka manis
23. Mamduh : : Orang terpuji
24. Manna` : : Kuat; perkasa
25. Mauhub : : Yang dianugrahi
26. Mahdy : : Yang mendapat hidayah
27. Mahib : : Orang yang karismatik; ditakuti atau disegani oleh orang lain
28. Maimun : : Yang mendapatkan berkah
29. Misy`al : : Sesuatu yang dinyalakan sebagai penerang; bejana tempat api
30. Mifdlal : : orang yang diutamakan, memiliki kelebihan
31. Miqdad : : Orang yang sering menghadang perbuatan buruk
32. Miqdam : : orang yang berani
33. Mukmin : : Orang yang beriman; yang memeberi keamanan; salah satu asma Allah.
34. Mu`ayyad : : Yang dikuatkan
35. Mubarak : : Diberkahi; bermanfaat.
36. Mubasysyir : : Yang memberi khabar gembira
37. Mutawakkil : : Yang mewakili; tunduk dan tawakkal kepada Allah.
38. Mutawally : : Penanggung
39. Mujahid : : Pejuang; prajurid; orang yang berperang fisabilillah
40. Mujaddid : : Pembaharu
41. Muhtasib : : Orang yang beramar ma’ruf nahi munkar; orang yang mengharap ridla Allah
42. Muhsin : : Orang yang berbuat baik dan tulus
43. Mukhtar : : Orang Pilihan
44. Murad : : Kehendak; maksud; nama sultan pada masa khilafah ‘Utsmaniyyah
45. Murtadla : : Orang yang diridhai Allah dan diridhai manusia
46. Mursyid : : Pemberi pentunjuk dan peringatan
47. Muslim : : Orang Islam; yang berserah diri
48. Musyary : : Pemetik madu lebah; kaya
49. Musthafa : : Pilihan; julukan untuk Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam
50. Mush`ab : : Unta yang sukar dinaiki; kuda jantan
51. Muslih : : Orang yang melakukan kebaikan dan perbaikan- kabaikan dari perusak
52. Muthlaq : : Tidak terikat
53. Muzhaffar : : Yang dapat memenuhi kebutuhannya
54. Mu`adz : : Orang yang terlindungi; nama sahabat Mu`adz bin jabal
55. Mu`taz : : Orang yang membanggakan diri
56. Mu`tashim : : Orang yang menjaga diri dari perbuatan maksiat; yang meminta perlindungan kepada Allah
57. Mughits : : Penolong
58. Muflih : : Orang yang beruntung; yang sukses
59. Mufid : : Orang yang memberi manfaat kepada orang lain
60. Mumtaz : : Istimewa; lebih menonjol dari yang lain
61. Munadlil : : Pandai melontarkan anak panah; pejuang
62. Munjid : : ; penolong pembantu
63. Mundzir : : Pemberi peringatan
64. Munir : : Bercahaya; berseri-seri
65. Muwaffaq : : Orang yang mendapat petunjuk
66. Muhajir : : Orang yang meningalkan daerahnya ke daerah lain; orang yang meninggalkan keburukan menuju kebaikan
67. Muhadzdzib : : Orang yang memiliki akhlak terpuji
68. Muhannad : : Pedang yang terbuat dari besi India
69. Muyassar : : Orang yang dimudahkan urusannya oleh Allah
70. Majid : : Orang yang berbudi luhur; yang mulia
71. Mazin : : Wajah yang berseri-seri; telur semut
72. Malik : : Yang memiliki/menguasai sesuatu; salah satu-sifat Allah; nama imam madzhab Imam Malik
73. Mahir : : Pandai; cetakan; orang yang sungguh-sungguh dalam sesuatu
*(NÛN)
1. Nabil : : Terhormat; mulia; orang yang mempunyai kelebihan
2. Nabih : : Terhormat.
3. Najib : : Mulia; baik keturunannya
4. Nadzir : : Orang yang memberi peringatan
5. Nazih : : Yang menjauhi hal-hal yang tak terpuji
6. Nasib : : Yang mempunyai keturunan yang baik
7. Nashshar : : Banyak menolong
8. Nashr : : Pertolongan; hujan; kemenangan
9. Nashif : : Orang yang adil; separoh
10. Nadhir : : Bagus; indah
11. Na`im : : Orang yang berbahagia; harta; ketenangan; kebahagiaan
12. Nafis : : Berharga; banyak harta; yang menjadi rebutan
13. Naqib : : Ketua, kepala, pemuka suatu kabilah atau lainnya
14. Nawwaf : : Tinggi; unggul
15. Naufal : : Pemuda tampan
16. Nibras : : Lampu; singa; pemberani; mata tombak
17. Nu’man : : yang mendapatkan nikmat; nama salah seorang shahabat
18. Nabigh : : Orang yang unggul, pintar
19. Najih : : Yang dianugrahi taufiq; yang berjalan dengan cepat
20. Najy : : Orang yang terbebas dari keberuntungan
21. Nasik : : Orang yang zuhud; ahli ibadah; rumput yang hijau
22. Nashih : : Orang yang memberi nashihat
23. Nashir : : Yang suka menolong orang lain
24. Nadhir : : Direktur; pengawas
25. Nazhim :: Pengarang puisi; pembaca puisi
26. Nafi` : : Yang memberi manfaat; salah satu asma Allah
27. Naqid : : Kritikus
28. Nayif : : Tinggi
*(WÂW)
1. Wajih : : Orang yang mengarahkan; pemimpin kaum; pioner
2. Wahid : : Satu-satunya
3. Wadi` : : Yang tenang
4. Wadud : :Yang penuh kasih sayang; yang dicintai
5. Wazir : : Menteri; Wakil
6. Wasim : : Yang tampan wajahnya
7. Wadldlah : : Baik raut wajahnya; putih
8. Wakil : : Wakil; Pelindung/penanggung jawab
9. Walid : : Bayi; anak kecil
10. Wildan : : Bentuk jamak dari walad ; anak
11. Watsiq : : Orang yang tentram; yang dipercaya orang lain; yang diserahi masalah dengan yang lain
12. Washil : : Yang berbuat baik kepada kaum kerabat; yang menyambung sesuatu
10. Wahib : : Orang yang memberi
*(HÂ’)
1. Hammam : : Orang yang mempunyai ambisi yang kuat
2. Hisyam : : Kemuliaan; kedermawanan.
 3. Hilal : : Bulan sabit; bayi yang montok; hujan yang turun pertama; ular jantan
4. Humam : : Pemberani; besar ambisinya.
5. Ha`il : : Yang menakutkan; yang luar biasa.
6. Hajid : : Orang bertahajud.
7. Hady : : Yang memberi petuntuk; leher; singa.
8. Hani` : : Orang yang berbahagia; pembantu; menyenangkan
9. Hasyim : : Pemerah susu yang pintar; gunung yang indah
*(YÂ’)
1. Yazid : : Lebihan; pertumbuhan; nama salah satu khalifah Bani Umayyah
2. Yassar : : Orang yang mendapat kelapangan yang banyak
3. Ya`rub : : Orang yang berbicara dengan bahasa Arab
4. Ya`sub : : Pemimpin kaum; raja lebah
5. Yaqzhan : : Orang yang terjaga; sadar
6. Yaman : : Atau Yamany yang menisbatkan kepada Yaman
7. Yasir : : Orang yang mendapat kelapangan
8. Yasin : : Salah satu nama Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam
9. Yafi` : : Tinggi; terhormat; menginjak remaja

 *Semoga Bermanfaat*

Rabu, 30 Oktober 2013

"INDONESIA"

Pernahkah kalian menghitung angka dari kata "INDONESIA",
mari kita hitung menurut urutan di abjad :

I = 9
N = 14
D = 4
O = 15
N = 14
E = 5
S = 19
I = 9
A = 1

Dari semua angka, yang muncul hanya angka "1 9 4 5", apakah ini hanya kebetulan?

Nah sekarang kita coba lagi, kita jumlahkan semua angka dari kata"INDONESIA"yang telah kita urutkan tadi.

INDONESIA
9 14 4 15 14 5 19 9 1= 90
Di dalam Al Qur'an, surat ke 90 adalah surat Al-Balad yang artinya "NEGERI".

Apa ini hanya kebetulan saja ?

Atau mungkin ini karunia yang luar biasa dari Allah S.W.T ?

Subhnallah...

لله almighty

Dahsyatnya Puasa Nabi Daud

Tahukah Anda apakah itu puasa Nabi Daud?
yaitu puasa seperti biasanya,seperti puasa senin-kamis,puasa ramadhan,ya pokoknya sama rukun-rukun puasanya seperti puasa yang lainnya... tapi puasa Daud itu puasa yang dilakukan secara berseling atau sehari puasa sehari tidak dengan secara istiqomah tidak ada batas waktunya,memang puasa Daud ini tidak sembarangan orang yang bisa melakukannya,mungkin kita-kita ini juga bisa melaksanakan puasa Nabi Daud ini asalkan ada niat dan kemauan yang tinggi kita semua pasti bisa.

Tahukah kalian apa saja manfaat berpuasa Daud?..
Banyak sekali manfaat puasa daud dalam kehidupan sehari-hari,salah satu manfaatnya yaitu membuat diri kita jarang sakit,kenapa dengan puasa Daud kita bisa jarang sakit?,karena pencernaan kita tidak terus menerus bekerja,sehingga pencernaan kita akan lebih teratur dalam mencerna apa yang kita makan sehari-hari. ada lagi manfaat yang lebih dari itu,yaitu menjauh dari kemaksiatan dengan sendirinya,karena kita akan selalu ingat dengan Allah dengan itu kita akan merasa di lihat terus oleh-Nya sehingga kita malu melakukan hal-hal yang berbau kemaksiatan.
yang paling menakjubkan dalam mengamalkan puasa Daud ini kita selalu di beri kemudahan dikala kita mendapat kesusahan,dengan mudahnya kita mendapatkan pertolongan oleh-Nya,diberi ilmu yang istimewa entah apa itu ilmunya yang jelas ilmu itu akan datang dari kuasa Allah.

Tahukah Anda Puasa Nabi Daud itu Puasa yang Sangat Dicintai Oleh Allah?
Puasa Nabi Daud ini sangat dicintai oleh Allah, dalam hadits Rasullah bersabda:
“Puasa yang lebih di cintai oleh Allah ialah puasa Daud, dan salat yang paling disukai Allah, ialah salat Daud. Beliau tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya. Beliau berpuasa satu hari, lalu berbuka satu hari.” (HR Bukhari Muslim)

Jumat, 26 April 2013

5 ilmuan dunia yang masuk islam

1. Maurice Bucaille, masuk Islam karena jasad Fir'aun
Prof Dr Maurice Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya masuk Islam diawali pada tahun 1975.

Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?

Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul 'Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern', dengan judul aslinya, 'Les Momies des Pharaons et la Midecine'.

Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata: "Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini".

Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.

Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa as, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya terhadap Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS Yunus: 92).

Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini".

2. Jacques Yves Costeau, di lautan terdalam menemukan Islam
Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui stasiun tv Discovery Channel.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.

Ayat itu berbunyi: "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing".

Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."

Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Costeau pun berkata bahwa Alquran memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Tak lama, Mr Costeau memeluk Islam.

3. Demitri Bolykov, meyakini matahari akan terbit dari Barat

Sebagai seorang ahli fisika asal
Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.

Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan "Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika". Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan "kekuatan penggerak" yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya matahari.

Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.

Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa "gerak" perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.

Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima taubatnya."

4. Dr.Fidelma O’Leary, menemukan rahasia sujud dalam salat


Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.

Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.

Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.

Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Karena posisi sujud akan mengalirkan darah yang kaya oksigen secara maksimal dari jantung ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.

Setelah penelitian mengejutkan tersebut, Fidelma mencari tahu tentang Islam melalui buku-buku Islam dan diskusi dengan rekan-rekan muslimnya. Setelah mempelajari dan mendiskusikannya, ia malah merasa bahwa ajaran Islam sangat logis. Hatinya begitu tenang ketika mengkaji dan menyelami agama samawi ini.

5. Profesor William, menemukan tumbuhan yang bertasbih

Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.

Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.

Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.

Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.

Kamis, 24 Januari 2013

ASAL MUASAL NAMA SANTRI

Assalamu 'alaikum.

Asal muasal nama "SANTRI" itu dari siapa & dari bahasa apa?

Wa'alaikum salam ...
     Umumnya kata santri diidentikkan bagi seseorang yang tinggal di pondok pesantren yang kesehariannya mengkaji kitab-kitab salafi atau kitab kuning,dengan tubuh dibungkus sarung, peci, serta pakaian koko menjadi pelengkap atau menambah ciri khas tersendiri bagi mereka.
Asal-usul kata santri sendiri menurut Nur Kholis Majid sekurang-kurangnya ada 2 pendapat yang dapat di jadikan bahan acuhan. Pertama, berasal dari bahasa sangsekerta, yaitu "sastri",yang berarti orang yang melek huruf. Kedua, berasal dari bahasa jawa, yaitu "cantrik",yang berarti seseorang yang mengikuti kiai di mana pun ia pergi dan menetap untuk menguasai suatu keahlian
tersendiri.
     Berbeda menurut Dr. KH. MA.Sahal Mahfud yang justru kata santri dijadikan menjadi bahasa Arab, yaitu dari kata "santaro",yang mempunyai jama' (plural) sanaatiir (beberapa santri). Di balik kata santri tersebut yang mempunyai 4 huruf arab (sin, nun, ta', ra'), KH. Abdullah Dimyathy (alm) dari Pandegelang - Banten, mengimplementasikan kata santri sesuai dengan fungsi manusia. Adapun 4 huruf tersebut yaitu: Sin. Yang artinya "satrul al aurah" (menutup aurat) sebagaimana selayaknya kaum santri yang mempunyai ciri khas dengan sarung, peci, pakaian koko, dan sandal ala kadarnya sudah barang tentu bisa masuk dalam golongan huruf sin ini, yaitu menutup aurat. Namun pengertian menutup aurat di sini mempunyai 2 pengertian yang keduanya saling ta'aluq atau berhubungan. Yaitu menutup aurat secara tampak oleh mata (dhahiri) dan yang tersirat atau tidak tampak (bathini).Menutup aurat secara dhahiri gambarannya susuai dengan gambaran yang telah ada menurut syari'at Islam. Mulai dari pusar sampai lutut bagi pria dan seluruh tubuh kecuali tangan dan wajah bagi wanita.
     Gambaran tersebut merupakan gambaran yang sudah tersurat atau aturan-aturan yang sudah jelas dalam syari'at. Namun satu sisi yang kaitannya makna yang tersirat (bathini) terlebih dahulu kita harus mengetahui apa sebenarnya tujuan dari perintah menutup aurat.Manusia sebagai mahluk yang mulia yang diberikan nilai lebih oleh Allah berupa akal menjadikan posisi manusia sebagai mahluk yang sempurna dibandingkan yang lain. Dengan akal tersebutlah akan terbentukn suatu custom atau habitual yang tentu akan dibarengi dengan budi dan naluri, yang nantinya manusia akan mempunyai rasa malu jikalau dalam perjalanannya tidak sesuai dengan riel–riel yang telah di tentukan oleh agama dan habitual action atau hukum adab setempat.
Yang kaitannya dengan hal ini,tujuan utama manusia menutup aurat tak lain adalah menutupi kemaluan yang dianggap fital yang berharga. Andaikata manusia sudah tidak dapat lagi menutup kemaluannya yang fital dan berharga itu, berarti sudah dapat ditanyakan kemanusiaannya antara manusia dan mahluk yang lain semisal hewan.
     Hal yang terpenting di sini adalah bagaimana manusia menutupi dan mempunya rasa malu dalam hal sifat dan perilaku secara dhahiri atau bathini. Sebagimana disinggung dalam salah satu hadits : "Alhaya' minal iman",malu sebagian dari iman.Tentunya hal ini sudah jelas betapa besar pengaruhnya haya'atau malu dalam kacamata religius (agama) maupun sosial kemasyarakatan.Nun. Yang berarti "na'ibul ulama" (wakil dari ulama). Dalam koridor ajaran Islam dikatakan dalam suatu hadits bahwa : "al ulama warasul ambiya' (ulama adalah pewaris nabi). Rasul adalah pemimpin dari ummat,begitu juga ulama.Peran dan fungsi ulama dalam masyarakat sama halnya dengan rasul,sebagai pengayom atau pelayan ummat dalam segala dimensi.Tentunya di harapakan seorang ulama mempunyai kepekaan-kepekaan sosial yang tahu atas problematika dan perkembangan serta tuntutan zaman akibat arus globalisasi dan modernisasi,serta dapat menyelesaikannya dengan arif dan bijak atas apa yang terjadi dalam masyarakatnya.
     Kaitannya dengan na'ibul ulama,seorang santri di tuntut mampuaktif, merespon, sekaligus mengikuti perkembangan masyarakat yang diaktualisasikan dalam bentuk sikap dan perilaku yang bijak. Minimal dalam masyarakat kecil yang ada dalam pesantren. Sebagaimana yang kita tahu, pesantren merupakan sub-kultur dari masyarakat yang majemuk. Dan dengan didukung potensi yang dimiliki kaum santri itulah yang berfungsi sebagai modal dasar untuk memberikan suatu perubahan yang positif sesuai dengan yang di harapkan Islam.Ta'. Yang artinya "tarku al ma'shi" (meninggalkan kemaksiatan). Dengan dasar yang dimiliki kaum santri,khususnya dalam mempelajari syari'at, kaum santri diharapkan mampu memegang prinsip sekaligus konsis terhadap pendirian dan nilai-nilai ajaran Islam serta hukum adab yang berlaku di masyarakatnya selagi tidak keluar dari jalur syari'at.Kaitannya hal tersebut yaitu seberapa jauh kaum santri mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan dan sejauh mana pula ia memegang hubungan hablum minallah dan hablum minannas, hubungan horizontal dan vertikal dengan sang khaliq dan sosial masyarakat. Karena tarku al ma'shi tidak hanya mencakup pelanggaran-pelanggaran hukum yang telah ditetapkanNya,tetapi juga hubungan sosial dengan sesama mahluk, baik manusia ataupun yang lain.Ra'. Yang artinya "raisul ummah" (pemimpin ummat).Manusia selain diberi kehormatan oleh Allah sebagai mahluk yang paling sempurna dibanding yang lain. Manusia juga diangkat sebagai khalifatullah di atas bumi ini.Sebagaimana diterangkan dalam firmanNya "inni ja'ulun fil ardhi khalifah" (QS. Al-Baqarah : 30),yang artinya "Sesungguhnya aku ciptakan di muka bumi ini seorang pemimpin."Kemuliaan manusia itu ditandai dengan pemberianNya yang sangat mempunyai makna untuk menguasai dan mengatur apa saja di alam ini, khususnya ummat manusia. Selain itu pula peranan khalifah mempunyai fungsi ganda. Pertama,ibadatullah (beribadah kepada
allah) baik secara individual maupun sosial, dimana sebagai mahluk sosial dalam komunitas berbangsa, ummat Islam juga dituntut memberikan manfaat kepada orang lain dalam kerangka ibadah sosial.Kedua, 'imaratul ardhi, yaitu membangun bumi dalam arti mengelola, mengembangkan, dan melestarikan semua yang ada. Jika hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia itu hukumnya wajib. Maka melestarikan, mengembangkan,serta mengelola pun hukumnya wajib. Sebagaimana di jelaskan dalam salah satu kaidah fiqih;"ma la yatimu bi hi wajib fahuwa wajibun", sesuatu yang menjadikan kewajiban maka hukumnya pun wajib.
     Gambaran di atas merupakan suatu peran serta tanggung jawab seorang santri, dalam hal pengembangan.Di situlah diperlukan suatu mentalitas religius serta totalitas kesandaran, karena kaum santrilah yang dapat dijadikan harapan dalam mengembalikan konsep-konsep ajaran Islam dan di sini muncullah beberapa pertanyaan. Bagaimana keadaan dan perkembangan kita sebagai seorang santri? Sudah sesuaikah seperti gambaran di atas?Dan layakkah kita disebut sebagai santri? Dengan merubah diri kita dululah, maka kita akan dapat menghasilkan perubahan.

Shon Haji Zuhri-AnNuri
‎     Sebuah istilah akan berbeda menurut siapa yang mengakatan. itu akan sangat panjang jika diteruskan. menurut pribadi santri insya Allah dari berbagai arti condong ke kebaikan. tambahan barangkali bermnfaat, saya pernah mendengar SANTRI di arabkan SA (sin sm alif)= SATIRUL UYUB (penutup kejelekan) N(nun)= Naibus Syuyukh (penerus ulama) T(ta')=Tarikul Maashi (menjauhi larangan/orang) R(ro')=Roghibul Al khoirot (menyukai kabaikan) I(hamzah kasroh)= Ikhlasun fil 'amal (ihlas dalam beramal) ..semoga bermanfaat.

by the Way...jadi SANTRI???? Why Not???

Minggu, 23 Desember 2012

“Istighotsah“

“Istighotsah“ dalam bahasa Arab berarti “meminta pertolongan”. Istilah istighotsah terdapat dalam wiridan para anggota jama’ah thoriqoh (atau biasa dilafadkan dalam bahasa Indonesia menjadi tarekat) yang berbunyi: “Ya Hayyu ya Qoyyum birohmatika astaghits..!” Wahai Dzat Yang Mahahidup dan dan Yang Tidak Butuh Pertolongan, berilah pertolongan kepadaku..! Di negara-negara Arab kalau pun kata istighotsah dipakai sebagai satu peristilahan maka itu berarti doa khusus saja yang ucapkan oleh seorang tokoh.
 Di Indonesia istighotsah diartikan sebagai dzikir atau wiridan yang dilakukan secara bersama-sama dan biasanya di tempat-tempat terbuka untuk mendapatkan petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT. Sementara doa-doa yang diucapkan pada saat istighotsah adalah doa-doa atau bacaan yang khas diamalkan dalam jama’ah thoriqoh, meski kadang ada beberapa penambahan doa.

 Pertama-tama para jama’ah istighotsah membaca surat pertama dalam Al-Qur’an yakni Al-Fatihah sebagai pembuka segala kegiatan yang baik. Selanjutnya jama’ah membaca doa-doa berikut:
        1.Istighfar (astagfirullahal adzim) meminta ampun kepada Allah
        2.Hauqolah (la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim) meminta kekuatan kepada Allah
        3.Sholawat atau doa untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya
        4.Lafadz tahlil panjang yang berbunyi “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin” sebagai pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa hamba yang sedang berdoa telah melakukan perbuatan dzolim.
        5.Memuji asma Allah dengan lafadz “Ya Allah ya Qodim, ya Sami’u ya Basyir, ya Mubdi’u ya Kholiq, ya Hafidz ya Nasir ya Wakilu ya Allah, ya Lathif”
        6.Kemudian bacaan istighotsah “Ya Hayyu ya Qoyyum birohmatika astaghits”

Jumlah bacaan bisa bermacam-macam antara 1, 3, 7, 33, 100, atau 1000 tergantung sang pemimpin jama’ah istigotsah. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca surat Yasin dan dilanjutkan dengan tahlil untuk mendoakan para orang tua, guru, sesepuh, anak, dan saudara yang telah menghadap Sang Kholiq.

Jauh-jauh hari, jama’ah thoriqoh mengamalkan doa-doa tersebut pada waktu-waktu tertentu di ruangan tertutup seperti masjid, langgar dan musholla dengan penuh kekhusu’an dan dipimpin oleh guru tarekat (mursyid).

Pada akir tahun 1990-an para kiai Nahdlatul Ulama berinisiatif mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia untuk berdoa, meminta pertolongan kepada Allah, secara bersama-sama di tempat terbuka. Saat itu Indonesia diperkirakan kiai telah dan akan memasuki bencana besar, maka berbagai elemen bangsa harus berdoa bersama-sama untuk keselamatan bangsa Indonesia.

Istighosah kemudian sering dilakukan terutama menjelang dan selama masa krisis 1997-1998. Istighotsah yang paling besar dilakukan di Lapangan Parkir Timur senayan Jakarta oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tidak hanya dihadiri oleh para kiai NU, tokoh umat Islam, tetapi juga para pimpinan partai, pejabat tinggi negara serta para petinggi Militer termasuk Panglima Angkatan Bersenjata. Waktu itu, istighostah selain sebagai doa bersama juga merupakan penegasan komitmen kebangsaan yang dilakukan oleh seluruh elemen bangsa Indonesia saat Indonensia terjadi krisis politik, ekonomi besar dan menghadapi bahaya disintegrasi bangsa.

Istighatsah kini menjadi istilah umum untuk dzikir yang dihadiri oleh banyak orang dan dilakukan di tempat-tempat umum. Istighotsah juga diisi dengan ceramah agama (mau’idzatul hasanah) kemudian ditutup dengan pembacaan doa pamungkas yang dipimpin oleh para ulama secara bergantian.

Doa-doa Istighotsah
Berikut ini adalah doa-doa yang dibaca dalam istighotsah, sebagaimana dalam buku “Panduan Praktis Istighotsah” oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU):
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

الفَاتِحَة x3
(Surat Al-Fatihah)

أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ x7
Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x7
Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah
أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ x7
Ya Allah. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad berserta keluarganya

لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ x40
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat dzalim

يَا اَللهُ يَا قَدِيْمُ x33
Wahai Allah, wahai Dzat yang ada tanpa permualaan

يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ x33
Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat

يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ x33
Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada, wahai Dzat Yang Maha Pencipta

يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ اللهُ x33
Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan, wahai Dzat Yang Maha Menolong, wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba, ya Allah

يَا خَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أسْتَغِيْثُ x33
Wahai Dzat Yang Hidup, yang terus menerus mengurus makhluknya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-MU

يَا لَطِيْفُ x41
Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا x33
Aku mohon ampung kepada Allah Yang Maha Agung, sunggu Allah Dzat Yang Maha Pengampun

أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أدْرِكْنِي

يَا اَللهُ x3
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah kami, Ya Allah Ya Allah Ya Allah

أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ x1
Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau

يَا بَدِيْعُ x41
Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ x33
Cukup bagi kami Allah, dan Dia sebaik-baik penolong

اللهُ أكْبَرُ يَا رَبَّنَا وَإلَهَنَا وَسَيِّدَنَا أنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ x3
Allah maha besar maha mulia, Wahai Tuhan kami, sesembahan kami, tuan kami, Engkau-lah penolong kami, menangkan kami atas orangorang kafir

حَصَّنْتُكُمْ بِالْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ أبَدًا وَدَفَعْتُ عَنْكُمُ السُّوْءَ بِألْفِ ألْفِ ألْفِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x3
Aku mohonkan pemeliharaan untuk kalian kepada Dzat yang maha hidup dan terus menerus mengatur hamba-Nya yang tidak pernah mati selamanya, dan aku tolak dan hindarkan dari kalian segala keburukan dengan sejuta bacaan “La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adzim”

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا عَلَى دَيْنِ الإسْلَامِ x3
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat dan petunjuk kepada agama Islam

بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x1
Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali la.
Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang menyingkirkan keburukan kecuali la.
Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada kenikmatan melainkan dari Allah.
Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tiada daya untuk berbuat kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah dan tiada kekuatan untuk menghindar dari perbuatan maksiat kecuali dengan perlindungan Allah yang maha Mulia dan maha agung

سَألْتُكَ يَا غَفَّارُ عَفْوًا وَتَوْبَةً وَبِالْقَهْرِ يَا قَهَّارُ خُذْ مَنْ تَحَيَّلَا x3
Ya Allah, aku memohon ampunan dan taubat yang diterima kepada-Mu Ya Allah yang maha pengampun, dan dengan kekuatan dan kekuasaan-Mu Wahai Dzat yang maha mengalahkan, tundukkan dan hukumlah orang yang melakukan tipu muslihat dan ingin mencelakai kami

يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ يَا ذَا الْبَطْشِ الشَّدِيْدِ خُذْ حَقَّنَا وَحَقَّ الْمُسْلِمِيْنَ مِمَّنْ ظَلَمَنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَتَعَدَّى عَلَيْنَا وَعَلَى الْمُسْلِمِيْنَ x3
Wahai Dzat yang maha mengalahkan, maha menundukkan, Dzat yang keras azab-Nya, ambilkan hak-hak kami dan hak-hak umat Islam dari orang-orang yang menzhalimi kami dan menzhalimi umat Islam, yang telah menganiaya kami dan menganiaya umat Islam

الفَاتِحَة x1
(Surat Al-Fatihah)

يس x1
(Surat Yasiin)

التَّهْلِيْل
Tahlil

Kamis, 06 September 2012

Rosulullah SAW Pingsan Mendengar Keterangan Jibril Tentang Pintu Neraka Ke 7

SAMPAIKANLAH WALAU HANYA 1 AYAT, DISINI ANE HANYA MAU SHARE AJ TENTANG RIWAYAT NABI BESAR KITA MUHAMMAD SAW YANG MUNGKIN AGAN BELUM TAU ATAUPUN BAGI AGAN YANG SUDAH TAHU MUNGKIN BISA MENGHANGATKAN SUASANA HATI KITA AGAR SELALU DAMAI TENTRAM TIDAK GALAU SEPERTI ABG SEKARANG

Dari Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?"
Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu benar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya."
Lalu nabi s.a.w. bersabda: "Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam." Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."
Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman: yaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?" Jawab Jibril:
"Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun, namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nashara bernama Sa'eir."
Kemudian Jibril diam, segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?" Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat."
Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?" Jawabnya: "Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."
Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.

SEMOGA KITA SEMUA DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT

TS TIDAK MENGHARAPKAN TAPI KLO ADA YANG BERBAIK HATI MEMBERIKAN ALHAMDULILLAH SEMOGA AMAL NYA DI TERIMA ALLAH SWT

KALO TIDAK BERKENAN TS TIDAK MENGHARAPKAN

SEMOGA INI MENJADI BAHAN RENUNGAN KITA BERSAMA BETAPA BEGITU CINTANYA NABI KITA MUHAMMAD SAW TERHADAP UMAT NYA.....JADI SEPANTAS NYA KITA JUGA MEMBERIKAN SYALAWAT TERHADAP NYA

ALLAHUMMA SHALIHALLAH SAYIDINA MUHAMMAD WAALAALIHI SAYIDINNA MUHAMMAD.

Jumat, 22 Juli 2011

khutbah Rosulullah SAW saat menyambut datangnya bulan Ramadhan

Wahai manusia!

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah,rahmat dan maghfirah.Bulan yang paling mulia di sisi Allah.Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih,tidurmu ibadah,amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu,kelaparan dan kehausan di hari kiamat.Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.Muliakanlah orang-orang tuamu,sayangilah yang muda,sambungkanlah tali persaudaraanmu,jaga lidahmu,tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.Kasihilah anak yatim niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah 'Azza wa Jallaa memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih.

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika
mereka memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia!

Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,maka bebaskanlah dengan istighfar.Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah!

Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud,dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al 'alamin.

Wahai manusia!
Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mu'minin yang berpuasa di bulan ini maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

(Sahabat-sahabat bertanya, "Ya, Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu
berbuat demikian".Rasulullah meneruskan:)

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.Jagalah
dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini ia akan berhasil melewati shirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu)di bulan ini,Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat.Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini,Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini,Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini,
Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini,Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.Barangsiapa melakukan shalat fardlu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardlu di bulan yang lain.Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini,Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al Quran,ganjarannya sama seperti mengkhatam al Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.Setan-setan terbelenggu maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul Mukminin karamallahu wajha berkata,"Aku berdiri dan berkata,ya Rasulullah!Apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi' "Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.

Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin.

Selasa, 19 Juli 2011

NERAKA


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Renungan Bagi Kaum Hawa & Kaum Adam
========================
Renungan buat ukhty2 tersayang dan untuk ana sendiri …
semoga cerita ini bermanfa'at ...

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis ..
manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.
Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan.
Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya".
Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

“Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya tuli dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,”kata Nabi. Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? *Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan mahramnya. *Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang ‘mengotori’ tempat tidurnya (mensetubuhkan diri di atas ranjangnya [berbuat dg yg lain]). *Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. *Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan mahramnya dan suka mengumpat orang lain. *Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan mahramnya. *Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub. *Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.” Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. wallahua'lam

“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah!!! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari) Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. 14:7) "Di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya masih ada azab yang berat. (QS.14:16-17) Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh azab yang selalu mereka perolok-olokkan. (QS. 16:34) Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. (QS. 17:9-10) Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur'an) Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.(An Nahl:104)

==========================​​

Kalau kita perhatikan dalam kehidupan Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kita dapatkan beliau tidak pernah berhenti dari mengingat dan membicarakan neraka. Pada setiap pagi dan sore hari, beliau shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah berhenti berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari neraka. Contohnya nyatanya kita dapatkan dalam dzikir pagi dan sore hari, di dalamnya terdapat isti’adzah (doa mohon perlindungan) kepada Allah dari neraka. Yaitu:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا اليَومِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا اليَومِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah. Dan segala puji bagi Allah, tiada tuhan (yang berhak diibadahi) kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan-Nya kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian, dan Dia Mahakuas atas segala sesuatu. Ya Rabbi, aku memohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, aku juga berlindung kepada-MU dari keburukan di hari ini dan keburukan sesudahnya. Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua (pikun). Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari adzab di neraka dan adzab di kubur.” (HR. Muslim)

Maka sangat jelas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam setiap hari, pada pagi dan sore hari, senantiasa berlindung kepada Allah Jalla wa ‘Alaa dari neraka.

Begitu juga kita dapatkan, sesudah bertahiyat - sebelum salam, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berlindung kepada Allah dari neraka. Beliau mengajari kita agar membaca,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dar siksa kubur dan siksa neraka, dari fitnah hidup dan fitnah mati serta dari fitnah al-Masih Dajjal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan mengingat neraka tidak luput dari beliau sampai saat sebelum tidur. Ya sampai sebelum tidur. Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila beranjak tidur maka beliau meletakkan telapak tangan kanan beliau di bawah pipi kanan, lalu berdoa:

رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

“Ya Rabb-ku, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.” (HR. Al-Tirmidzi dan Ahmad) terkadang beliau shallallahu 'alaihi wasallam membacanya sekali dan terkadang tiga kali.

. . . mengingat neraka memiliki bagian besar dalam kehidupan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, baik dalam pikiran ataupun hati beliau. Beliau tidak pernah terputus dari mengingat neraka.

Bahkan doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang paling sering beliau baca, sebagaimana yang disampaikan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berisi memohon perlindungan dari neraka,

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al Baqarah: 201)

Jadi mengingat neraka memiliki bagian besar dalam kehidupan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, baik dalam pikiran ataupun hati beliau. Beliau tidak pernah terputus dari mengingat neraka. Seperti inilah seharusnya seorang muslim, senantiasa mengingat neraka. Setiap saat harusnya dia mendengarkan ceramah tentang neraka atau membaca kitab yang menerangkan tentang dahsyatnya neraka. Kenapa? Supaya kita bertambah takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga dalam kehidupan ini kita tidak tenggelam dalam kenikmatan dunia, syahwat dan kemaksiatan sampai lupa akan akhirat.

Kenapa harus mengingat neraka?

Supaya kita bertambah takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga dalam kehidupan ini kita tidak tenggelam dalam kenikmatan dunia, syahwat dan kemaksiatan sampai lupa akan akhirat.

Neraka dalam Al-Qur’an

Berikut ini kami suguhkan tentang gambaran neraka dalam Al-Qur’an. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala:

هَذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ

“Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.” (QS. Al-Hajj: 19)

Para penghuni neraka akan dikenakan untuk mereka pakaian dari aspal yang lalu dibakar dengan api neraka . Tidak cukup itu saja, al-hamim (air yang sedang mendidih dan sangat panas) akan disiramkan ke atas kepala mereka, kita berlindung kepada Allah dari menjadi ahli neraka!

Kita bisa bayangkan, kalau saja kita diletakkan pada satu tempat, lalu dari atas turun setetes demi setetes air dalam jangka waktu tertentu, sehari, seminggu, sebulan. Setiap detik air menetes dan mengenai kepala kita. Apa yang akan terjadi? Kita akan tersiksa dengan sendirinya dan bisa menjadi gila, lalu bagimana kalau yang disiramkan itu adalah air mendidih neraka yang panasnya berlipat-lipat dari panasnya dunia.

Kemudian Allah melanjutkan,

يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ

“Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).” (QS. Al-Hajj: 20) betapa dahsyatnya panas air tersebut. Saat disiramkan di atas kepala, maka air tersebut akan menghancurkan isi perut; daging, lemak, dan ususnya. Yakni isi perutnya meleleh karena panasnya air neraka yang mendidih tersebut. Sehinggapun kulit mereka juga meleleh. Kita memohon keselamatan kepada Allah dari beratnya siksa neraka.

Selanjutnya Allah berfirman,

وَلَهُمْ مَقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ

“Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.” (QS. Al-Hajj: 21) Maqami’ itu semacam palu atau martil dari besi yang dipukulkan ke kepala mereka. Maka ketika mereka hendak keluar dari neraka, dipukulkan martil-martil tersebut di atas kepala mereka supaya siksa tidak terputus dari mereka. “Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): "Rasailah adzab yang membakar ini".” (QS. Al-Hajj: 22)

. . tidak cukup hanya disiramkan ke atas kepala mereka, namun al-hamim (air neraka yang sedang mendidih dan sangat panas) tersebut diminumkan kepada mereka sehingga usus-usus mereka terpotong-potong, tercabik-cabik dan hancur berantakan.

Ya Allah, jauhkan kami dari siksa neraka!.

Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

“Sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad: 15) ya benar, mereka dipaksa meminum air neraka yang sedang mendidih dan sangat panas menghancurkan.

Jadi tidak cukup hanya disiramkan ke atas kepala mereka, namun al-hamim (air neraka yang sedang mendidih dan sangat panas) tersebut diminumkan kepada mereka sehingga usus-usus mereka terpotong-potong, tercabik-cabik dan hancur berantakan. Ya Allah, jauhkan kami dari siksa neraka!.

Sesungguhnya panasnya api neraka Jahannam tidak tertandingi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan, panasnya lebih dari 70 kali dari panasnya api dunia yang paling panas.

Satu contoh permisalah yang tak mungkin bisa menyamai dengan neraka. Seandainya kita dipaksa meminum secangkir kopi atau teh yang sedang mendidih dengan segera, apa yang akan terjadi? Lidah dan mulut kita akan melepuh, dan boleh jadi usus kita juga akan meradang dan putus. Lalu bagaimana kalau yang diminumkan adalah air neraka yang sedang mendidih dan memiliki panas yang tak terhingga.

“Orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” Coba bayangkan keadaan ahli neraka yang dijelaskan ayat ini! karenanya benar-lah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, “Kalau kalian tahu apa yang aku ketahui, pasti kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Masalahnya, kita tidak mengetahui sebagaimana yang diketahui oleh beliau shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan tentang tikar dan selimut ahli neraka,

لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ

“Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka).” (QS. Al-A’raf: 41) dari bawah penghuni neraka ada tikar yang terbuat dari api neraka, sedangkan dari atasnya mereka diselimuti dengan selimut dari neraka juga. Dari sini, dapat kita padukan dengan ayat-ayat yang lain, bahwa para penghuni neraka akan dipakaikan baju dari aspal neraka yang lalu dibakar, tikar dari neraka, selimut dari neraka, dan juga cambuk (martil) dari besi.

Pada ayat lain, Allah Ta’ala menyebutkan tentang angan-angan para penghuni neraka, yaitu kematian. Mereka ingin sekali mati sehingga tidak merasakan adzab neraka yang maha dashsyat. Hal ini sebanding dengan angan-angan mereka di dunia, yaitu mereka berangan dan berhayal dapat hidup seribu tahun atau lebih. Mereka sangat cinta kepada kehidupan dunia. Sedangkan di akhriat mereka sangat-sangat berharap bisa mati. Kita berlindung kepada Allah dari menjadi bagian orang-orang kafir.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا

“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya.” (QS. Faathir: 36) Yakni, dia tidak mati dan tidak akan diringankan adzabnya. Berbeda dengan siksa manusia di dunia, berapa tahun dan seberapa hebat mereka menyiksa sesama manusia? Penyiksanya bisa bertaham menyiksa paling hanya satu atau dua jam secara berturut-turut lalu istirahat. Pun dia masih butuh makan, minum, buang air dan kebutuhan lainnya sehingga siksa akan berkurang atau dihentikan sementara. Dan ujung dari siksaannya adalah kematian. Sedangkan di neraka, adzab tidak akan dihentikan barang sejenak, karena yang menyiksa adalah para malaikat yang sudah Allah bekali dengan kekuatan luar bisa dan sangat menyeramkan. Mereka tidak mengenal lelah atau capek sehingga tidak ada istirahat dari siksa bagi penghuni neraka. Setiap detik, setiap menit dan setiap jam penghuni neraka disiksa tanpa henti dan mereka tidak bisa mati. “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (QS. Al-Nisa’: 56)

Ahli neraka ingin sekali mati sehingga tidak merasakan adzab neraka yang maha dashsyat Hal ini sebanding dengan angan-angan mereka di dunia, yaitu mereka berangan dan berhayal dapat hidup seribu tahun atau lebih.

Karena itulah, wahai saudaraku seiman, kita harus senantisa mengingat akan neraka, berlindung kepada Allah 'Azza wa Jalla dari siksa neraka yang luar biasa. Di dalamnya tidak ada kematian, sebagaimana Allah kisahkan tentang permintaan penghuni neraka kepada Malaikat Malik sang penjaga neraka,

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ

“Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja".” (QS. Al-zukhruf: 77)

Maka Malikat Malik menjawab, "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini). Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.” (QS. Al-Zukhruf: 77-78)

Sesungguhnya siksa neraka jahannam tidak bisa dibayangkan. Kedahsyatannya melebihi dari setiap gambaran manusia tentang berat dan dahsyatnya siksa, “Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya,” (QS. Al-Fajr: 25). Tidak seorang pun yan menyiksa bisa menyamai siksa Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Maka bagi setiap mukmin agar merenungi ayat-ayat tersebut dan sering membaca keterangan-keterangan tentang neraka, . . . agar hati ini takut dan khawatir terhadapnya. Sehingga dia akan bertakwa kepada Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Sesungguhnya masih banyak ayat lain yang menceritakan tentang kengerian dan dahsyatnya siksa neraka. Maka bagi setiap mukmin agar merenungi ayat-ayat tersebut dan sering membaca keterangan-keterangan tentang neraka, minimal satu bulan sekali. Kalau bisa, lebih banyak dari itu, agar hati ini takut dan khawatir terhadapnya. Sehingga dia akan bertakwa kepada Allah dan menjauhi segala laranganNya. Kemaksiatan ditinggalkan sedangkan kewajiban dijalankan dengan semestinya.

Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan segala hal yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan. Ya Allah peliharalah kami dari siksa neraka, sungguh kami tidak sanggup menahannya dan kuasa menjalaninya. Amin, ya Rabbal a’lamin!

==========================​​==
Pintu mana yg akan kita pilih kelak ukhty jika tobat kita di tunda2 ....

Ingat ukhty Ku ... penghuni neraka jumlah yang paling banyak ada kaum wanita ...

Semoga kita dapat menjauhi nya larang2gannya dengan bertobat...

Rabu, 25 Mei 2011

Peta Arah Kiblat Lajnah Falakiyah PBNU




I. Dasar
Hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram (QS. Al-Baqarah :144, 149, 150) yang didalamnya terdapat Ka ’bah. Qiblat terletak antara masyriq dan maghrib (HR.At-Turmudzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah).Jelasnya al-bait (Ka ’bah) adalah qiblat bagi orang yang sholat di Masjidil Haram; Masjidil Haram adalah arah qiblat bagi orang yang berada di Tanah Haram(Makkah); Tanah Haram (Makkah)adalah arah qiblat bagi penduduk dunia dari umatku yang berada di belahan dunia timur dan belahan dunia barat(HR. Al-Baihaqi dari Abu Hurairah).

II. Arah Qiblat yang benar Secara geografis/astronomis kota Makkah yang menjadi arah qiblat penduduk dunia terletak pada 39o49’34” LU dan 21o25’21” BT. Qiblat ini dari Indonesia berada pada arah barat laut (barat serong ke kanan) dengan ukuran derajat bervariasi antara 21o – 27o sesuai dengan koordinat (garis lintang dan garis bujur) dari masing-masing daerah di Indonesia. Contoh: Banda Aceh(22o08’13”), Pontianak(22o44’37”), Palembang(25o36’33”), Jakarta (25o08’31”)dan Merauke (20o09’06”). Lebihjelasnya lihat peta arah qiblat.

III. Arah Qiblat yang salahArah ke barat bukanlah arah qiblat yang benar, karena tidak sesuai dengan realitas dilapangan. Menghadap ke arah barat berarti melenceng dari Makkah ke selatan di benua Afrika sejauh ribuan kilometer (lihat peta arah qiblat):

a. Semua wilayah Indonesia yang terletak pada Lintang utara 3o47’ dan seterusnya (ke utara),bila menghadap ke barat lurus dengan Negara Ethiopia.Contoh: dari Banda Aceh(5o33’13” LU) menghadap ke barat lurus dengan Negara Ethiopia; Ini berarti dari Makkah melenceng ke selatan sejauh 1750 km.

b. Semua wilayah Indonesia yang terletak pada 4o39’ LS sampai 3o47’ LU, bila menghadap ke barat lurus dengan Negara Kenya.
Contoh :
1. Dari Pontianak (Katulistiwa)menghadap ke barat lurus dengan Negara Kenya; Ini berarti dari Makkah melenceng ke selatan sejauh 2367 km.
2. Dari Palembang (2o59’27” LS)menghadap ke barat lurus dengan Negara Kenya; Ini berarti dari Makkah melenceng ke selatan sejauh 2697 km.

c. Semua wilayah Indonesia yang terletak pada 4o39’ LS dan seterusnya (ke selatan), bila menghadap ke barat lurus dengan Negara Tanzania (Lautan).
Contoh :

1.Dari Jakarta (6o10’31” LS)menghadap ke barat lurus dengan Lautan Negara Tanzania; Ini berarti dari Makkah melenceng ke selatan sejauh 3049 km.

2.Dari Merauke (8o28’53” LS)menghadap ke barat lurus dengan Lautan Negara Tanzania; Ini berarti dari Makkah melenceng ke selatan sejauh 3305 km.

IV. Mengukur Qiblat Dewasa ini mengukur qiblat tidaklah sulit, alat untuk mengukur qiblat antara lain menggunakan tongkat Istiwa’,Theodolite dan Roshdul Qiblat.Roshdul qiblat adalah peristiwa matahari benar-benar di atas Ka ’bah, sehingga segala sesuatu yang berdiri tegak bayangannya menuju Ka ’bah. Roshdul Qiblat terjadi setahun sebanyak 2 kali:Pada Tanggal 28 Mei jam 16:17:54 WIB dan 16 Juli jam 16:26:43.

V. Isu Pergeseran Arah Qiblat Isu pergeseran arah qiblat akibat gempa/tsunami menurut penelitian Litbang LF PBNU tidaklah benar, kalaupun ada masjid/musholla arah qiblatnya kurang tepat, hal ini tidak lebih dari pengukuran arah qiblat yang tidak akurat saat dimulainya pembangunan.
Kesalahan ini cukup diperbaiki dengan meluruskan garis shaf sholat, tidak perlu dengan cara membongkar bangunannya.

Redaktur:A. Khoirul Anam Tamu Wali yang Diistimewakan Gus Dur Jakarta,NU Online Sebagai tokoh yang dihormati dan dikagumi banyak orang, rumah Gus Dur tak pernah sepi dari kunjungan para tamu, baik dari warga NU, pejabat, politisi, wartawan dan sebagainya.Gus Dur menerima tamu- tamunya biasanya dengan pakaian non formal. Karena kondisi fisiknya yang sudah lemah, biasanya para tamu diajak mengobrol sambil tiduran. Nuruddin Hidayat,salah satu santri Gus Dur suatu ketika merasa terheran-heran ketika ada tamu,Gus Dur minta untuk digantikan pakaiannya dengan kain sarung dan peci,seperti ketika mau sholat Idul Fitri.Seumur-umur ia belum pernah melihat Gus Dur seperti itu.Rombongan tamu tersebut sampai ditahan-tahan agar tidak masuk rumah dahulu, sampai Gus Dur dipinjami salah satu sarung milik santrinya agar bisa cepat berganti pakaian.Tamu,yang diketahuinya ternyata dari Aceh tersebut berpakaian sederhana, dekil,dan memakai celana seperti yang biasa dipakai oleh bakul dawet (penjual dawet).Tamu tersebut diantar oleh aktifitis Aceh.Perilaku Gus Dur dan tamunya juga aneh.Setelah keduanya bersalaman, Gus Dur pun duduk di karpet,demikian pula tamunya,tetapi tak ada obrolan diantara keduanya.Gus Dur tidur,tamunya juga tidur,suasana menjadi sunyi yang berlangsung sekitar 15 menit.Setelah sang tamu bangun,ia langsung pamit pulang,tak ada pembicaraan.Udin,panggilan akrab Nuruddin,karena merasa penasaran,segera setelah tamu pergi bertanya kepada Gus Dur.Udin:“Gus,ngak biasanya menerima tamu seperti ini”Gus Dur:“Itu Wali”Udin:“Apa ada wali seperti itu selain beliau di Indonesia” Gus Dur:“Tidak ada, adanya di Sudan”.Orang yang sangat dihormati Gus Dur tersebut ternyata adalah almarhum Tgk Ibrahim Woyla dari Woyla Aceh Barat.Tokoh ini merupakan orang yang sangat dihormati di Aceh.Masyarakat Aceh memanggilnya "Tgk Beurahim Wayla"dan percaya bahwa ia sering menunaikan sholat Jum ’at di Makkah dan kembali pada hari itu juga.Menurut Cerita, masyarakat disana, dia bisa berjalan cepat dan lebih cepat dari mobil.Dia jarang naik bus, tapi lebih senang berjalan kaki.Ia juga dipercaya bisa menghilang Ada orang yang menyebutnya sebagai "dewa tidur",yang menghabiskan hari-harinya dengan tidur.Tgk.Ibrahim Woyla juga bisa mengetahui perilaku seseorang dan sering sekali orang yang menemui beliau dibacakan kesalahannya untuk di perbaiki.Sebelum terjadinya tsunami, Abu Ibrahim yang pernah mengatakan ''air laut bakal naik sampai setinggi pohon kelapa, terbukti tsunami. Posisi tidur Abu yang dianggap aneh (melengkung/ meukewien) ucapannya sedih melihat manusia banyak seperti hewan serta mengatakan dunia ini sudah semakin sempit dan masih banyak cerita gaib yang menjadi kan ulama kharismatik ini selalu dicari-cari hanya untuk dimintai berkahnya.Tokoh kharismatik ini baru meninggal Juli 2009 lalu dalam usia 90 tahun di kediamannya di Desa Pasi Aceh Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat dan dikebumikan tak jauh dari rumahnya. Ribuan pelayat memberinya penghormatan terakhir.